Cipayung Plus Deliserdang Siap Gelar Nobar Film Pesta Babi yang Menarik Perhatian

Dalam era di mana kebebasan berekspresi sering kali dihadapkan pada berbagai batasan, kegiatan yang menggabungkan pendidikan dan hiburan seperti nonton bareng film menjadi sangat penting. Salah satu acara yang menjadi sorotan adalah nobar film dokumenter berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” yang akan digelar oleh mahasiswa Cipayung Plus Deliserdang. Acara ini tidak hanya sekadar menonton film, tetapi juga merupakan upaya untuk menggugah kesadaran masyarakat mengenai isu-isu penting yang tengah terjadi di Papua.
Detail Acara Nobar Film
Acara nobar ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, di Waroenk Abah Awak, yang terletak di Jalan Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Dalam acara ini, mahasiswa dan masyarakat umum diundang untuk bergabung dan berpartisipasi dalam diskusi yang mendalam setelah pemutaran film.
Ajakan untuk Berpartisipasi
Ketua Umum HMI Deliserdang, Fredy Dermawan, menyatakan, “Kami mengundang semua elemen pemuda, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, serta masyarakat luas di Kabupaten Deli Serdang untuk hadir, menyaksikan, dan bersama-sama mengupas realitas yang terjadi di Papua melalui film ini.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan ruang dialog yang konstruktif dan inklusif.
Komitmen Terhadap Ruang Dialektika
Fredy, yang merupakan bagian dari aliansi pemuda dan mahasiswa Cipayung Plus, yang terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa seperti KAMMI, IMM, HIMMAH, HMI, dan GMNI, menegaskan pentingnya menyediakan ruang untuk diskusi yang sehat dan kritis. Hal ini bertujuan untuk mengasah nalar kritis serta meningkatkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat, melampaui batas geografis.
Menjawab Tantangan Sosial
“Ini adalah momen penting bagi kita untuk memperluas wawasan, mendiskusikan ketidakadilan dengan objektif, serta memperkuat solidaritas nasional,” lanjut Fredy. Ia menekankan bahwa penting bagi generasi muda untuk tidak menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di Papua.
Film yang Menyentuh Realitas
Film “Pesta Babi” berani menampilkan potret kelam dari sisa-sisa kolonialisme modern yang masih menyisakan dampak negatif bagi masyarakat adat di Papua. Fredy menjelaskan, film ini menggambarkan bagaimana tradisi, identitas, dan hak asasi sering kali terpinggirkan oleh kepentingan eksploitasi, yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat di daerah tersebut.
Diskusi Mendalam Pasca Pemutaran
Setelah pemutaran film, forum diskusi akan berfokus pada analisis akar permasalahan yang kompleks di Papua. Diskusi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendekatan keamanan, eksploitasi sumber daya alam, hingga pengabaian hak-hak masyarakat adat. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai situasi yang terjadi di tanah Papua.
Peran Organisasi dalam Memperluas Perspektif
Keberadaan berbagai organisasi di Cipayung Plus Deliserdang diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang transformatif. Fredy berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif di kalangan pemuda di Deli Serdang.
Ruang Edukasi dan Aksi Solidaritas
Selain berfungsi sebagai sarana edukasi dan diskusi, acara ini juga akan diisi dengan aksi nyata sebagai bentuk solidaritas. Panitia acara mengajak para pengunjung untuk memberikan donasi, yang akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat di Papua. Dana yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan langsung kepada yang membutuhkan.
Acara Terbuka untuk Umum
Acara Nonton Bareng dan Diskusi Publik ini dirancang untuk dapat diakses oleh semua kalangan tanpa biaya masuk. Panitia berharap kehadiran yang banyak dapat menciptakan atmosfer diskusi yang dinamis dan interaktif. Masyarakat umum, akademisi, pemuda, serta rekan-rekan media yang ingin berpartisipasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut tentang acara ini dapat menghubungi panitia melalui nomor yang telah disediakan.
Informasi Kontak
Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara, panitia dapat dihubungi melalui narahubung: 0813-6156-8910 (Asril). Dengan dukungan yang luas dari masyarakat, diharapkan acara ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan terhadap isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat Papua.





