7 Nagari Menerima Bantuan Padat Karya untuk Penanggulangan Bencana di Tanah Datar

Setelah terjadinya bencana hidrometeorologi pada tahun 2025, Kabupaten Tanah Datar berupaya untuk bangkit kembali dengan menerima bantuan padat karya dari Kementerian Ketenagakerjaan. Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga serta memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana tersebut.
Penandatanganan Kerjasama Bantuan Padat Karya
Pada tanggal 4 Juni 2026, di Indojolito Batusangkar, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Bantuan Pemerintah Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bidang Padat Karya Penanggulangan Bencana. Kegiatan ini melibatkan pemerintah Tanah Datar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Bupati Ahmad Fadly S.Psi dan Ketua Tim Bidang Padat Karya Kemenaker RI, Muhammad Ikrar Dinata.
Partisipasi Pejabat dan Pihak Terkait
Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Nusyirwan, serta undangan lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengatasi dampak bencana dan memperbaiki kondisi masyarakat.
Tujuan dan Manfaat Program
Menurut Muhammad Ikrar Dinata, bantuan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di Sumatera. Program ini diharapkan dapat meringankan beban hidup masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Ia menambahkan bahwa untuk Provinsi Sumatera Barat, terdapat total 20 titik bantuan Program Padat Karya yang tersebar di tiga daerah. Rincian bantuan tersebut adalah sebagai berikut:
- Kota Padang: 2 titik
- Kabupaten Agam: 11 titik
- Kabupaten Tanah Datar: 7 titik
Proses Penyaluran Bantuan
Proses penyaluran bantuan dimulai dengan pengajuan usulan dari pemerintah kabupaten atau kota, yang kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, validasi lokasi, hingga penandatanganan kerjasama sebelum pelaksanaan program. Untuk Kabupaten Tanah Datar, dari 10 titik yang diusulkan, tujuh titik di antaranya disetujui dengan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp100 juta.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas bantuan yang diberikan melalui Program Padat Karya Pascabencana. Ia mengungkapkan bahwa dari 10 usulan yang diajukan pemerintah daerah, tujuh di antaranya berhasil mendapatkan persetujuan, yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan fisik di tujuh nagari.
Wabup juga menilai bahwa Program Padat Karya merupakan langkah positif di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan setelah bencana. Program ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Pentingnya Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Program
Ahmad Fadly menekankan pentingnya pihak nagari penerima bantuan untuk melaksanakan program ini dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia berharap agar seluruh wali nagari yang menerima bantuan dapat mengelola program ini dengan baik dan tepat sasaran. Meskipun nilai bantuannya tidak terlalu besar, dampak positifnya sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan.
Laporan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar, Nusyirwan, memberikan laporan bahwa setelah bencana hidrometeorologi pada tahun 2025, pemerintah daerah mengajukan 10 titik bantuan Program Padat Karya kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Dari jumlah tersebut, tujuh titik berhasil mendapatkan persetujuan.
Bantuan yang diterima akan digunakan untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih di Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung. Selain itu, pekerjaan rabat beton direncanakan akan dilaksanakan di beberapa nagari, termasuk:
- Nagari Jaho
- Nagari Batipuah Baruah
- Nagari Tambangan
- Nagari Padang Laweh
- Nagari Saruaso
Setiap nagari yang menerima bantuan akan mendapatkan alokasi sebesar Rp100 juta, yang akan disalurkan langsung melalui rekening nagari untuk mendukung pelaksanaan program padat karya tersebut.
Dengan adanya bantuan padat karya ini, diharapkan masyarakat Tanah Datar dapat segera pulih dan kembali beraktivitas secara normal. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai pemulihan ekonomi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Pelaksanaan yang baik dan tepat sasaran akan menjadi kunci sukses dari program ini untuk masyarakat yang terdampak bencana.






