KPU Bontang Ajak Perempuan Berperan Aktif dalam Mewujudkan Demokrasi yang Berkualitas

Demokrasi yang berkualitas menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat yang berkeadilan. Namun, sering kali peran perempuan dalam proses demokrasi masih diabaikan atau dipandang sebelah mata. Di tengah momen penting Hari Kartini, upaya untuk mendorong peran aktif perempuan dalam mengawal demokrasi semakin krusial. Kegiatan Dialog Demokrasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang pada tanggal 23 April 2026, mengusung tema “Kartini Berdaya: Perempuan Bontang untuk Demokrasi Berkualitas”. Acara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan berkualitas.
Refleksi Peran Perempuan dalam Demokrasi
Kegiatan Dialog Demokrasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah upaya reflektif untuk memperkuat posisi perempuan dalam ranah politik. KPU Bontang dengan tegas menyatakan bahwa perempuan seharusnya tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi arah demokrasi. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengubah perspektif tersebut, mengingat partisipasi aktif perempuan adalah kunci dalam membangun sistem demokrasi yang lebih baik.
Pentingnya Partisipasi Aktif
Ketua KPU Kota Bontang, Muzarrobby Renfly, mengungkapkan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan. Ia menekankan pentingnya perempuan untuk tidak hanya hadir dalam pemilu, tetapi juga berperan dalam menentukan kebijakan yang berdampak pada kehidupan mereka.
“Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam demokrasi. Tidak cukup hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga harus berkontribusi dalam menentukan kualitas dan arah demokrasi ke depan,” tegasnya.
Mendorong Pemberdayaan Perempuan
Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Bontang yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ir. Retno Febriaryanti, M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengarusutamaan gender dalam setiap aspek pembangunan. Retno juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, agar mampu bersaing dan berkontribusi lebih dalam dunia politik.
Materi Dialog yang Relevan
Dialog ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Pemerintah Kota Bontang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan KPU. Berbagai topik diangkat, meliputi:
- Kebijakan pemberdayaan perempuan
- Kepemimpinan perempuan dalam politik
- Peran perempuan dalam pengawasan partisipatif
- Pencegahan praktik politik uang
- Strategi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam demokrasi
Momentum Hari Kartini sebagai Dorongan Perubahan
Anggota KPU Kota Bontang, Rina Megawati H., menekankan bahwa Hari Kartini harus menjadi momentum untuk transformasi peran perempuan dalam demokrasi. Ia mengajak perempuan untuk tidak ragu bersuara dan mengambil peran yang strategis, baik dalam politik maupun dalam kehidupan sosial.
“Perempuan seharusnya tidak lagi dipandang sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang berperan aktif dalam menentukan kebijakan dan masa depan demokrasi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pengawasan Partisipatif
Syahriah, Anggota Bawaslu Kota Bontang, juga menyampaikan pesan penting bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu. Ia mengajak seluruh perempuan untuk berani menolak praktik politik uang yang dapat merusak integritas demokrasi. Keterlibatan perempuan dalam pengawasan sangat penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan adil dan transparan.
Diskusi yang Menggugah Aspirasi
Sesi diskusi dalam acara tersebut melibatkan peserta dari berbagai organisasi perempuan, partai politik, serta generasi muda. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait isu-isu penting, seperti:
- Pentingnya edukasi demokrasi di kalangan masyarakat
- Penguatan kepemimpinan perempuan
- Perlunya kolaborasi lintas sektor
- Strategi untuk membangun demokrasi yang lebih inklusif
- Peran media dalam meningkatkan partisipasi perempuan
Kerja Sama yang Diperluas
KPU Bontang juga membuka peluang untuk kerja sama yang lebih luas dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui program edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan perempuan dapat terlibat lebih aktif dalam proses demokrasi.
Upaya ini tidak hanya akan memperkuat posisi perempuan dalam politik, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas di Kota Bontang.
Komitmen Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Kegiatan Dialog Demokrasi ini ditutup dengan adanya komitmen bersama dari semua peserta untuk memperkuat peran perempuan dalam demokrasi. Semua pihak berjanji untuk mendorong terciptanya demokrasi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berintegritas di Kota Bontang.
Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, diharapkan perempuan tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi menjadi pelaku aktif yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
