Berita Terkini: Israel Dilaporkan Kehabisan Stok Rudal Pencegat, Menurut Pejabat AS

Dalam suasana ketegangan militer yang sedang berlangsung, Israel dilaporkan kehabisan stok rudal pencegat, menurut narasumber pejabat AS. Konflik yang terjadi antara Israel dan Iran turut memperburuk situasi ini. Lantas, apa dampak yang ditimbulkan dari keadaan ini dan bagaimana cara Israel menghadapinya? Mari kita cermati lebih lanjut.
Israel Kehabisan Stok Rudal Pencegat: Apa yang Terjadi?
Pejabat AS baru-baru ini mengungkapkan bahwa Israel telah memberi tahu mereka tentang kehabisan stok rudal pencegat. Hal ini terjadi di tengah konflik dengan Iran yang sedang memuncak. Israel, yang telah memasuki perang dengan persediaan rudal pencegat yang semakin menipis, mendapati situasinya semakin sulit.
Iran, yang telah melakukan serangan selama konflik musim panas lalu dengan Israel, telah membebani sistem pertahanan jarak jauh Israel. Iran bahkan menambahkan amunisi tandan ke rudal-rudalnya, yang semakin memperparah penipisan stok rudal pencegat Israel.
Respon AS Atas Kekurangan Rudal Pencegat Israel
Menanggapi situasi tersebut, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa mereka telah menyadari kondisi Israel yang kritis ini selama beberapa bulan terakhir. “Ini adalah sesuatu yang kami harapkan dan antisipasi,” ujarnya. Meski demikian, AS menegaskan bahwa mereka tidak mengalami kekurangan rudal pencegat serupa.
Komentar ini muncul di tengah kekhawatiran yang semakin luas terkait penipisan rudal pencegat akibat keterlibatan militer yang lebih lama di Iran. Situasi ini menempatkan AS dalam posisi yang kurang menguntungkan.
AS dan Rudal Pencegatnya
AS belum memberikan kejelasan apakah mereka akan berusaha menjual atau berbagi rudal pencegatnya dengan Israel. Jika hal ini terjadi, akan ada tekanan tersendiri pada pasokan domestik AS. Sebagai catatan, AS telah memasukkan aset pertahanan rudal dalam pemberian bantuan militer kepada Israel di masa lalu.
“Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan dan personel kami di wilayah tersebut serta kepentingan kami,” kata pejabat AS itu, menambahkan bahwa Israel “sedang mencari solusi untuk mengatasi” kekurangan tersebut.
Upaya Israel Mengatasi Kekurangan Rudal Pencegat
Israel memiliki cara lain untuk bertahan melawan rudal Iran selama perang. Salah satunya adalah melalui jet tempur. Meski demikian, rudal pencegat tetap termasuk di antara senjata pertahanan paling efektif terhadap tembakan jarak jauh. Sistem pertahanan rudal Iron Dome milik Israel dirancang untuk menangkis tembakan jarak dekat.
Presiden Donald Trump pernah menyatakan bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang “hampir tak terbatas,” meski para analis telah lama menyatakan bahwa persediaan AS lebih rendah daripada yang diinginkan militer.
AS Menggunakan Rudal Pencegat dalam Konflik dengan Iran
Pada bulan Juni lalu, AS meluncurkan lebih dari 150 rudal pencegat THAAD selama perang 12 hari dengan Iran. Ini diyakini sekitar seperempat dari inventaris AS pada saat itu. AS juga diyakini telah menggunakan rudal pencegat Patriot senilai sekitar $2,4 miliar dalam lima hari pertama perang ini.
Pada bulan Januari, Pentagon mengambil langkah untuk mulai meningkatkan produksi sistem pertahanan rudal THAAD secara substansial. Pejabat AS mengatakan bahwa pemerintah memiliki banyak THAAD dan jet tempur, serta pencegat tingkat menengah.
Komentar dari Gedung Putih
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa departemen tersebut “memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat yang dipilih” oleh Trump.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah pernyataan setelah publikasi berita ini, mengatakan bahwa persediaan senjata AS “lebih dari cukup” untuk mencapai tujuan Trump melawan Iran “dan seterusnya.” Dia menambahkan bahwa Trump juga selalu “fokus pada penguatan Angkatan Bersenjata kita dan dia akan terus meminta kontraktor pertahanan” untuk segera membangun senjata buatan AS.
“Prestasi Militer Amerika Serikat bersama Pasukan Pertahanan Israel berbicara sendiri. Serangan pesawat tak berawak Iran turun 95 persen, serangan rudal balistik turun 90 persen, dan situasi rezim yang suram hanya akan semakin memburuk,” ujarnya.