Abdul Mu’ti Sarankan Orang Tua Mengontrol Waktu Penggunaan Gawai Anak untuk Mengurangi Waktu Layar

Liburan panjang seperti Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk memanfaatkan berbagai kegiatan positif, yang dapat membantu dalam pembentukan karakter anak-anak. Namun, di era digital ini, tantangan yang dihadapi oleh para orang tua dan pendidik adalah bagaimana cara yang efektif untuk mengontrol waktu penggunaan gawai anak. Hal ini penting lantaran penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan tidak hanya dapat berdampak negatif pada kesehatan mata, tetapi juga pada perkembangan mental dan intelektual mereka.
Abdul Mu’ti: Kontrol Waktu Penggunaan Gawai Anak
Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengingatkan kepada para peserta didik untuk tidak terjebak dalam kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan selama masa liburan. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menggunakan gawai. Oleh karena itu, ia meminta para orang tua untuk lebih tegas dalam membatasi durasi anak-anak mereka dalam menggunakan perangkat elektronik ini.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa paparan layar gawai yang berlebihan tidak hanya berisiko mengganggu kesehatan mata, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan pikiran anak, terutama jika mereka mengakses informasi yang tidak edukatif. Oleh karena itu, ia menyarankan para orang tua untuk memperhatikan dan mengontrol waktu penggunaan gawai yang dilakukan oleh anak-anak mereka.
Memanfaatkan Liburan Sebagai Sarana Edukasi
Menurut Abdul Mu’ti, liburan panjang seperti Idul Fitri dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif. Ia menekankan bahwa tradisi mudik atau pulang kampung harus dianggap sebagai ruang kelas yang nyata dan interaktif, bukan sebagai waktu untuk terjebak dalam penggunaan gawai.
Perjalanan ke kampung halaman dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat ikatan keluarga dan kohesi sosial di tengah masyarakat. Selain itu, anak-anak juga mendapat kesempatan berharga untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai kebersamaan yang tidak selalu didapatkan di bangku sekolah.
Tradisi Mudik dan Interaksi Sosial
Abdul Mu’ti berharap bahwa tradisi mudik dapat menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki interaksi sosial dengan sanak saudara, baik keluarga dekat maupun kerabat jauh. Ia juga mendorong agar momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mengenalkan kembali akar tradisi, budaya bangsa yang luhur, sekaligus menumbuhkan minat literasi membaca di lingkungan keluarga.
- Mengontrol waktu penggunaan gawai anak
- Memanfaatkan liburan sebagai sarana edukasi
- Mengenalkan tradisi dan budaya bangsa
- Memperkuat ikatan keluarga dan kohesi sosial
- Menumbuhkan minat literasi membaca
